Sains

“Cincin Pelangi Matahari”

Siang itu kira-kira pukul 11.00 tepatnya hari selasa tanggal 22 Oktober 2010, anak-anak sekolah di tempat aku mengajar mendadak gaduh. Mereka melihat keganjilan di luar kelas. Selaku guru wajar bila menanyakan perihal kegaduhan tersebut. Ternyata mereka menyaksikan fenomena alam yang ajaib. Kekuasaan Allah. Pemandangan yang menakjubkan. Subhanallah.
Pemandangan tersebut merupakan pemandangan yang pertama kali kulihat. Siang hari yang cerah nampak di langit matahari terlihat bulat dan dikelilingi lingkaran pelangi. Bulatnya bentuk matahari seolah telor matasapi yang setiap pagi kusajikan buat sarapan anak-anakku. Tepat ditengah lingkaran warna kuningnya. Beberapa rekanku terlihat asyik mengabadikan fenomena tersebut dengan ponselnya.
Sesaat aku merenung, aku teringat zaman dahulu ketika nenekku bercerita tentang “kalang”. Itu adalah istilah untuk fenomena tersebut. Katanya , apabila ada kalang berarti itu merupakan pertanda bencana. Naudzubillah. Itu hanyalah mitos yang diwariskan oleh jadul. Tak kuduga, ternyata anakku yang juga menyaksikan peristiwa itu meminta penjelasan peristiwa tersebut. Tak mungkin aku wariskan mitos tersebut. Seperti biasa, aku berburu di dunia maya dan kudapat informasi yang bisa kujelaskan buat anakku. Nah informasi itu sebagai berikut, barangkali berguna bagi semua:
Fenomena tersebut dinamakan“Halo” berasal dari bahasa Yunani yang artinya lingkaran bulan, namun sekarang diartikan sebagai lingkaran cahaya yang mengelilingi bulan atau matahari. Lingkaran “halo” di sekeliling bulan atau matahari merupakan salah satu fenomena optik seperti halnya pelangi yang disebabkan pembelokan cahaya oleh unsur atmosfer. Halo disebabkan oleh pembelokan cahaya oleh kristales di lapisan awan tinggi yakni awan Cirrostratus. Awan ini merupakan kombinasi awan cirrus dan stratus. Awan cirrostratus berada pada ketinggian lebih dari 6 km di atas permukaan air laut. Termasuk kelompok awan tinggi lainnya yaitucirrus, cirrocumulus dan cumulonimbus. Awan cirrostratus memiliki sifat tipis, tersebar merata dan hampir transparan sehingga masih dapat ditembus cahaya bulan maupun matahari. Karena ketinggiannya (suhu dingin dibawah 0° C) awan ini membentuk butiran lembut kristal es berbentuk tabung heksagonal (tabung segi enam) dengan ukuran berkisar antara 0,01 mm sampai 1 mm. Saat cahaya matahari atau bulan menerobos lapisan inisebagian cahayanya akan mengalami pembiasan dan mengumpul membentuk pola lingkaran. Biasanya kita juga mendapatkan “halo” dalam dua pola lingkaran yaitu lingkaran dalam dan lingkaran luar. Lingkaran ini masing-masing memiliki jari-jari sudut lingkaran sebesar 22° dan 46° disebabkan perbedaan ukuran dan arah sudut datang cahaya terhadap butiran kristal. Jadi saat kita melihat “halo” jika jari-jarinya hanya selebar 1 jengkal tangan yang direntangkan maka itu termasuk “halo” yang 22°.
Terjadinya fenomena “halo” juga bisa menjadi indikator bahwa di atas atmosfer
kita terdapat awan cirrostratus. Seperti kita ketahui bahwa awan ini adalah awan
pembawa hujan sehingga munculnya “halo” bisa menjadi pertanda bahwa sebentar
lagi akan turun hujan. Halo merupakan hasil pembelokan cahaya Matahari oleh partikel uap air di atmosfer. Saat musim hujan, partikel uap air ada yang naik hingga tinggi sekali di atmosfer. Seperti diketahui, partikel air memiliki kemampuan untuk membelokkan atau membiaskan cahaya. Karena terjadi pada siang hari, saat posisi Matahari sedang tegak lurus terhadap Bumi, maka cahaya yang dibelokkan juga lebih kecil. Hal ini menyebabkan kita melihat adanya lingkaran gelap di sekeliling Matahari Fenomena Halo ini juga hanya terlihat pada tengah hari dan hanya bisa disaksikan pada musim hujan (mirip seperti pelangi). Di sini kita kembali diingatkan, betapa besar kuasa Allah.

Comments

  1. Bu wid..apa kabar?? Sukses ya..

    ReplyDelete
  2. Terima Kasih. Sukses juga buat Ibun dengan kegiatan literasinya.

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah... kapan kita kumpul lagi bu wid?? InshaAllah pada acara Bulan Bahasa ya..ok..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Contoh Cerpen

Materi : Nilai-nilai kehidupan pada cerpen

Menjadi Guru yang Menyenangkan